miris rasanya melihat rakyat semakin menderita…
Kolom
Wong Cilik Nangis Darah
Djoko Su’ud Sukahar – detikcomJakarta – Di Jawa Tengah, seorang tukang becak yang miskin meracun dua anaknya yang masih kecil-kecil. Satu anak terselamatkan, sedang yang paling kecil nyawanya tak tertolong. Sang bapak berbuat nekaT bukan karena tak sayang anak. Justru sebaliknya. Ia tak tega melihat anaknya yang lucu-lucu itu menderita akibat kemiskinan ayahnya.
Di Bogor, seorang ibu nekad bunuh diri. Ia terhimpit masalah ekonomi, dan tak mampu membayangkan bagaimana periuk keluarganya jika kabar bakal naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) benar-benar direalisasi pemerintah. Dengan seutas tali ibu ini mengakhiri hidupnya di tiang gantungan.
Di tengah kabar yang menyayat hati itu, berita penyelundupan dan penimbunan BBM marak dimana-mana. Dari beberapa daerah dikabarkan, kebutuhan pokok di pasaran ramai-ramai beralih harga. Ditambah riuhnya aksi protes mahasiswa yang meminta pemerintah membatalkan ‘niat buruknya’, maka lengkap sudah indikator negeri ini menuju chaostis .
Berbagai peristiwa itu perlu menjadi perhatian pemerintah. Ini merupakan sinyal kongkret, bahwa kenaikan BBM sama dengan membuat semuanya susah. Itu belum jika BBM benar-benar naik. Tak terbayangkan jerit tangis yang bakal terjadi di seantero negeri ini. Baca entri selengkapnya »
Alkisah ada tiga orang pengemis yang sedang beristirahat sambil merebahkan diri di sebuah emperan toko. Mereka memutuskan berhenti sejenak karena malam sudah begitu larut, ditambah hujan yang turun sangat deras sejak siang hari. Lelah, lapar dan lesu telah membuat mata mereka mengantuk, dan langsung terlelap dalam mimpi.
KEHIDUPAN rumah tangga yang penuh dengan permasalahan seringkali mengundang stres. Tak sedikit orang tua sekarang mengalami tekanan jiwa akibat beban hidup yang sangat berat.

Komentar Terakhir