Wong Cilik Nangis Darah

14 05 2008

miris rasanya melihat rakyat semakin menderita…

Kolom
Wong Cilik Nangis Darah
Djoko Su’ud Sukahar – detikcom

Jakarta – Di Jawa Tengah, seorang tukang becak yang miskin meracun dua anaknya yang masih kecil-kecil. Satu anak terselamatkan, sedang yang paling kecil nyawanya tak tertolong. Sang bapak berbuat nekaT bukan karena tak sayang anak. Justru sebaliknya. Ia tak tega melihat anaknya yang lucu-lucu itu menderita akibat kemiskinan ayahnya.

Di Bogor, seorang ibu nekad bunuh diri. Ia terhimpit masalah ekonomi, dan tak mampu membayangkan bagaimana periuk keluarganya jika kabar bakal naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) benar-benar direalisasi pemerintah. Dengan seutas tali ibu ini mengakhiri hidupnya di tiang gantungan.

Di tengah kabar yang menyayat hati itu, berita penyelundupan dan penimbunan BBM marak dimana-mana. Dari beberapa daerah dikabarkan, kebutuhan pokok di pasaran ramai-ramai beralih harga. Ditambah riuhnya aksi protes mahasiswa yang meminta pemerintah membatalkan ‘niat buruknya’, maka lengkap sudah indikator negeri ini menuju chaostis .

Berbagai peristiwa itu perlu menjadi perhatian pemerintah. Ini merupakan sinyal kongkret, bahwa kenaikan BBM sama dengan membuat semuanya susah. Itu belum jika BBM benar-benar naik. Tak terbayangkan jerit tangis yang bakal terjadi di seantero negeri ini. Baca entri selengkapnya »





Perempuan Ingin Bus Trans Khusus

4 04 2008
JAKARTA - Rencana BLU Transjakarta mengoperasikan bus khusus bagi perempuan mendapat respons positif. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Institut Studi Transportasi (Instrans), dari 853 responden perempuan yang biasa menggunakan angkutan massal, sebanyak 769 responden atau 90,2% setuju dengan rencana pengoperasian bus Transjakarta khusus untuk wanita.Sedangkan 48 respondenatau 5,6% tidaksetuju, dan 36 responden atau 4,2% menyatakan ragu-ragu.”Hasil survey ini menunjukkan bahwa penumpang busway khususnya yang perempuan sangat mendukung gagasan tersebut,? ujar Ketua Instrans Darmaningtyas kemarin. Survei yang dilakukan selama dua hari ini dilakukan di seluruh koridor I?VII dengan menggunakan sistem random sampling (sistem acak).Menurut Darmaningtyas, sebagian besar responden yang setuju memiliki alasan keamanan dan kenyamanan.”Maksudnya aman dari pencopetan dan tindak kriminal lainnya, sedangkan nyaman yakni terhindar dari pelecehan seksual,? lanjutnya. Menurut Darmaningtyas, hasil survei ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan BLU Transjakarta dan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI Jakarta untuk mengoperasikan bus Transjakarta khusus bagi perempuan. Baca entri selengkapnya »




Pengemis dan Nasi Bungkus

3 04 2008

Alkisah ada tiga orang pengemis yang sedang beristirahat sambil merebahkan diri di sebuah emperan toko. Mereka memutuskan berhenti sejenak karena malam sudah begitu larut, ditambah hujan yang turun sangat deras sejak siang hari. Lelah, lapar dan lesu telah membuat mata mereka mengantuk, dan langsung terlelap dalam mimpi.

Saat terbangun dari tidur keesokan harinya, ketiga pengemis itu dikejutkan oleh tiga bungkus nasi hangat yang telah diletakkan oleh seseorang pada saat mereka masih tertidur. Entah siapa yang meletakkan, bagi mereka hal itu tidak begitu penting. Yang ada di pikiran mereka hanyalah nasi hangat itu tentu sangat nikmat disantap.

Pengemis pertama merasa senang luar biasa. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menyantap nasi bungkus tersebut dengan lahapnya. Perutnya memang kosong, sejak kemarin belum terisi makanan. Setelah selesai menikmati hidangan nasi bungkus dan merasa kenyang, dia pun kembali tidur. Baca entri selengkapnya »





Ortu Stres Bikin Anak Mudah Sakit

19 03 2008

KEHIDUPAN rumah tangga yang penuh dengan permasalahan seringkali mengundang stres. Tak sedikit orang tua sekarang mengalami tekanan jiwa akibat beban hidup yang sangat berat.

Celakanya lagi, tekanan yang dialami orang tua dapat berpengaruh pada anak-anak. Bahkan menurut sebuah riset, stres yang dialami orang tua dapat menyebabkan anak-anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit.

Seperti yang diungkap para peneliti dari University of Rochester melalui sebuah studi yang dimuat jurnal New Scientiest, tingkat keretanan anak terhadap penyakit relatif tinggi pada anak-anak yang orang tuanya mengalami depresi dan kecemasan. Peneliti juga menemukan adanya kaitan antara stres dengan sistem kekebalan tubuh pada anak-anak.

Sudah sejak lama diketahui bahwa stres dapat menyebabkan perubahan sistem kekebalan tubuh dan membuat seseorang mudah terserang infeksi dan penyakit lainnya. Namun begitu, riset yang juga dimuat dalam jurnal Brain, Behavior dan Immunity ini, adalah yang pertama membuktikan bahwa masalah stres dapat menular atau merembet dari orang tua kepada anak-anak. Baca entri selengkapnya »





Asyik Jalan-jalan di Monas, Tambah Dikalungi Celurit

22 02 2008

Kejahatan di Jakarta ternyata tidak pandang bulu. Seperti yg terjadi di daerah monas.

——————————————————————

22/02/2008 14:29 WIB
Asyik Jalan-jalan di Monas, Tambah Dikalungi Celurit
Nala Edwin – detikcom

Jakarta – Tambah (25) menghabiskan malam nan panjang dengan jalan-jalan di Monas. Pria asal Temanggung, Jawa Tengah, dikalungi celurit dan uang Rp 10 ribu alias ceban miliknya dibawa kabur perampok.

Peristiwa ini berawal saat Tambah sedang jalan-jalan di Monas, Jakarta Pusat pada Kamis 21 Februari 2008 pukul 20.30 WIB.

Tambah yang berjalan tanpa pasangan dan teman ini rupanya dijadikan mangsa empuk Aris Susanto (26) dan Ahmad Wijaya (20).

Dua pria yang berboncengan dengan sepeda motor ini lantas berhenti di pinggir trotoar. Aris lalu turun dari motor. Sedangkan Ahmad stand by di atas motornya.

Aris pun ‘akting’ dengan berpura-pura meminta rokok kepada Tambah. Tambah memberi Aris sebatang rokok. Bukan ucapan terima kasih yang didapat, Tambah justru diancam dengan celurit oleh Aris. Leher Tambah dikalungi celurit. Baca entri selengkapnya »